Minyak Rem DOT 3 vs DOT 4, Apa Perbedaannya?
Minyak rem bekerja berdasarkan hukum Pascal, di mana tekanan yang diberikan pada cairan dalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dengan kekuatan yang sama.
Dalam konteks otomotif, cairan ini harus mampu menahan suhu yang sangat tinggi akibat gesekan antara kampas dan cakram atau tromol.
Jika cairan tersebut mendidih, akan muncul gelembung udara di dalam sistem. Udara bersifat kompresibel, berbeda dengan cairan. Akibatnya, saat Anda menginjak pedal, tenaga tersebut justru habis untuk menekan gelembung udara tadi dan tidak sampai ke kaliper rem.
Fenomena ini dikenal dengan istilah vapor lock, yang sering menjadi penyebab utama rem blong pada jalanan menurun yang panjang.
Selain menahan panas, cairan ini juga memiliki sifat higroskopis, yang berarti ia secara alami menyerap kelembaban atau molekul air dari udara sekitar melalui pori-pori selang rem atau tutup reservoir.